![]() |
| (Sumber: JambiLINK.id) |
Ditulis oleh: Puji Khoirunnisa
Jakarta - Gerhana Bulan Total atau blood moon akan menghiasi
langit Indonesia pada 7–8 September 2025. Fenomena alam langka ini bisa diamati
di hampir seluruh wilayah Tanah Air dengan puncak gerhana terjadi pukul 01.11
WIB.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG), bulan akan tampak berwarna merah tembaga ketika sepenuhnya
masuk ke bayangan inti Bumi. Warna dramatis tersebut disebabkan oleh pembiasan
cahaya matahari di atmosfer.
Masyarakat dapat menyaksikan gerhana ini dengan
mata telanjang asalkan cuaca cerah. BMKG juga menyiapkan sejumlah lokasi
pemantauan terbuka untuk publik serta siaran langsung melalui kanal YouTube
resmi.
Jadwal
Gerhana Bulan
BMKG merinci, gerhana bulan total kali ini
berlangsung lebih dari lima jam. Fase totalitas atau saat bulan sepenuhnya
tertutup bayangan inti Bumi terjadi sekitar 1 jam 22 menit.
Berikut rincian fase gerhana:
- Awal gerhana penumbra: Minggu, 7 September
2025 malam
- Awal gerhana sebagian: jelang tengah malam
- Awal gerhana total: 00.30 WIB
- Puncak gerhana: 01.11 WIB
- Akhir gerhana total: 01.53 WIB
- Akhir gerhana sebagian: sekitar 02.56 WIB
- Akhir gerhana penumbra: 03.56 WIB
Dari wilayah barat hingga tengah Indonesia, seluruh
fase dapat diamati. Namun di Papua bagian timur, bulan terbenam sebelum semua
fase berakhir.
Lokasi
Pemantauan Publik
Untuk mendukung pengamatan, BMKG membuka akses
pemantauan di beberapa titik. Warga dapat hadir langsung ke:
- BMKG Jakarta, Jl. Angkasa 1 No.2 Kemayoran,
Jakarta Pusat
- Stasiun Meteorologi Komodo, Labuan Bajo, Nusa
Tenggara Timur
- Lapangan dr. Murdjani, Banjarbaru, Kalimantan
Selatan
Selain lokasi tersebut, pengamatan bisa dilakukan
secara mandiri dari halaman rumah atau lapangan terbuka. Pastikan area bebas
dari halangan gedung dan pepohonan agar pandangan tidak terhalang.
Tips
Menyaksikan Blood Moon
Fenomena gerhana bulan total bisa dinikmati tanpa
alat bantu, namun ada beberapa tips agar pengalaman lebih maksimal:
- Pilih lokasi dengan langit terbuka dan minim
polusi cahaya.
- Cek prakiraan cuaca agar tidak terhalang
mendung atau hujan.
- Gunakan teleskop atau teropong bila tersedia
untuk detail lebih jelas.
- Siapkan kamera untuk mengabadikan momen
langka.
- Ajak keluarga atau teman agar pengamatan lebih
seru sekaligus jadi sarana belajar astronomi.
Fenomena blood moon ini jarang terjadi. Karena itu,
momen 7–8 September 2025 menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat Indonesia
untuk menikmati keindahan gerhana bulan total secara langsung.
