![]() |
| (Sumber: detikNews) |
Ditulis oleh: Puji Khoirunnisa
Bogor – Insiden
ambruknya bangunan majelis taklim terjadi saat acara peringatan Maulid Nabi di
Ciomas, Kabupaten Bogor, Minggu (7/9/2025). Kejadian ini menelan korban jiwa
dan ratusan orang terluka.
Hingga Senin (8/9/2025), tercatat empat orang
meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Selain itu, sebanyak 126 orang
mengalami luka ringan hingga berat dan sebagian masih menjalani perawatan di
rumah sakit.
Pemerintah daerah bersama aparat setempat melakukan
penanganan darurat, termasuk membuka posko kesehatan dan merujuk korban ke
sejumlah rumah sakit di Kota maupun Kabupaten Bogor.
Jumlah
Korban dan Identitas
Korban meninggal dunia tercatat empat orang,
semuanya perempuan yang sedang mengikuti kegiatan maulid. Mereka dirawat di
tiga rumah sakit berbeda sebelum akhirnya meninggal dunia. Identitas korban
antara lain Irni Susanti dari Ciapus, Ulan dari Tamansari, Nurhayati dari Desa
Sukaluyu, serta Yuli dari Sukamakmur.
Selain itu, sebanyak 126 orang dilaporkan terluka.
Sebagian besar mengalami luka ringan seperti lebam dan terkilir, namun ada juga
korban dengan luka lebih serius. Beberapa korban sempat memilih berobat mandiri
di rumah sebelum akhirnya datang ke posko kesehatan untuk mendapatkan
penanganan lanjutan.
Petugas medis mencatat jumlah korban masih bisa
bertambah karena warga yang mengalami luka ringan baru datang berobat sehari
setelah kejadian. Sebagian korban juga memilih pulang setelah pemeriksaan awal
di rumah sakit.
Rumah sakit di Kota Bogor, seperti RS Medika
Dramaga, RS PMI, dan RS UMMI, menjadi rujukan utama penanganan korban. Tenaga
medis dikerahkan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pasien.
Kronologi
Kejadian
Peristiwa ini terjadi ketika kegiatan maulid khusus
perempuan sedang berlangsung. Acara diawali dengan pembacaan marhaban dan
doa-doa, lalu dilanjutkan pembacaan syair. Saat sesi tausiah hendak dimulai,
bangunan majelis tiba-tiba runtuh.
Jemaah yang berada di dalam ruangan tidak sempat
menyadari tanda-tanda bangunan akan roboh. Bagian atap dan struktur bangunan
runtuh perlahan, menimpa jemaah yang sedang duduk di lantai.
Sebagian jamaah berhasil menyelamatkan diri lewat
pintu dan jendela, namun banyak yang tertimpa material bangunan. Warga sekitar
segera berdatangan membantu proses evakuasi.
Suasana panik terjadi sesaat setelah bangunan
ambruk. Jeritan korban terdengar bersahut-sahutan, sementara relawan dan aparat
bahu-membahu mengeluarkan korban dari reruntuhan.
Hingga kini, penyebab utama robohnya bangunan masih
dalam penyelidikan aparat berwenang. Namun, kondisi bangunan yang tidak lagi
kokoh diduga menjadi faktor penyumbang dalam kejadian ini.
