Tren Thrifting di Bogor, Surga Fashion Murah Meriah

(Sumber: Kompas.com)


Ditulis Oleh: Puji Khoirunnisa

Bogor – Fenomena thrifting atau belanja pakaian bekas impor kini semakin populer di Bogor. Dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda, banyak yang memadati lapak-lapak thrifting setiap akhir pekan untuk mencari fashion item dengan harga ramah kantong.

Thrifting menghadirkan pengalaman berbeda dibanding belanja di toko biasa. Proses “ngubek-ngubek” tumpukan pakaian sambil menawar harga menjadi bagian dari keseruan. Tak sedikit yang berhasil menemukan barang branded dengan kondisi hampir baru.

Tren ini tidak hanya soal harga murah, tetapi juga tentang gaya hidup baru. Bagi anak muda, thrifting menjadi cara untuk tampil unik, tetap fashionable, dan sekaligus ramah lingkungan.

Suasana Pasar Thrifting di Bogor

Lapak thrifting mudah ditemukan di sejumlah titik di Bogor, mulai dari Pasar Anyar, Jalan Merdeka, hingga sekitar terminal. Suasananya selalu ramai, terutama sore hari dan akhir pekan. Tumpukan baju dengan berbagai warna dan model menggoda pengunjung untuk mencoba peruntungan menemukan barang incaran.

Barang yang dijual beragam, mulai dari kemeja flanel, jaket kulit, hingga sepatu sneakers. Harga pun sangat bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga ratusan ribu tergantung kualitas. Bagi pengunjung, menawar harga dengan pedagang adalah bagian dari seni dalam belanja thrifting.

Tidak hanya soal pakaian, pasar thrifting juga menyajikan atmosfer khas. Hiruk pikuk tawar-menawar bercampur dengan musik jalanan dan aroma jajanan kaki lima di sekitar lokasi. Semua itu membuat thrifting bukan hanya kegiatan belanja, tapi juga pengalaman sosial.

Thrifting Jadi Ekspresi Gaya Hidup

Di kalangan anak muda, thrifting bukan sekadar mencari pakaian murah, melainkan juga bentuk ekspresi diri. Mereka senang bereksperimen dengan gaya hasil kombinasi pakaian thrift. Tidak jarang, outfit hasil thrifting justru terlihat lebih unik dibanding pakaian baru di toko ternama.

Ada beberapa alasan kenapa thrifting jadi bagian dari gaya hidup anak muda:

  • Unik dan berbeda → pakaian thrift seringkali model lama (vintage) yang jarang ditemui di toko modern.
  • Murah tapi berkualitas → banyak barang branded dengan harga sangat rendah.
  • Eco-friendly → membeli pakaian bekas membantu mengurangi limbah tekstil.
  • Gaul dan kekinian → hasil hunting sering dibagikan di Instagram atau TikTok sebagai bagian dari tren digital.

Selain itu, komunitas thrifting di Bogor juga semakin tumbuh. Mereka sering mengadakan acara “hunting bareng” atau berbagi tips memilih barang terbaik. Fenomena ini membuat thrifting lebih dari sekadar belanja, tapi juga ruang berkumpul dan berbagi minat.

Thrifting dan Budaya Pop Kota Bogor

Tren thrifting yang merajalela di Bogor juga sejalan dengan budaya pop yang sedang berkembang. Fashion hasil thrifting kerap dipadukan dengan sneakers kekinian, totebag, atau aksesori lain untuk menciptakan gaya streetwear ala anak muda kota besar.

Banyak juga mahasiswa Bogor yang menjadikan thrifting sebagai peluang bisnis kecil-kecilan. Barang hasil hunting mereka jual kembali secara online dengan harga lebih tinggi. Dengan begitu, thrifting tidak hanya memberi keuntungan gaya, tapi juga peluang ekonomi kreatif.

Tak bisa dipungkiri, thrifting di Bogor kini menjadi semacam identitas baru. Aktivitas ini menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, mampu beradaptasi dengan tren global sambil menyesuaikan dengan kondisi lokal.

Bagi banyak anak muda, thrifting di Bogor adalah kombinasi antara hiburan, kreativitas, dan gaya hidup. Mereka bisa berbelanja hemat, tetap tampil keren, dan ikut serta menjaga lingkungan. Tak heran jika pasar-pasar thrifting di Bogor tak pernah sepi pengunjung, menjadikannya surga fashion murah meriah.

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama