![]() |
| (Sumber: Dokumentasi Pribadi) |
Ditulis Oleh: Puji Khoirunnisa
Bogor – Pagi hari di Bogor selalu punya cerita sendiri. Sejak pukul enam,
kawasan luar Kebun Raya sudah dipadati warga yang datang untuk berolahraga pada
Minggu (21/09/2025). Ada yang jogging dengan langkah mantap,
ada yang berjalan santai sambil berbincang, bahkan beberapa terlihat mengayuh
sepeda perlahan. Jalur trotoar yang lebar membuat semua aktivitas itu bisa
dilakukan tanpa saling mengganggu.
Suasana
semakin hidup dengan kehadiran pedagang kecil. Di sisi jalan, tampak gerobak
berisi minuman isotonik, kopi panas, hingga jajanan sederhana seperti pisang
rebus dan kacang. Beberapa pelari memilih berhenti sejenak untuk membeli
minuman, lalu duduk sebentar melepas lelah. Aroma kopi hitam yang mengepul
menambah kesan hangat di udara pagi yang masih segar.
“Kalau lari pagi di sini,
suasananya lebih semangat. Orangnya banyak, jadi terasa rame tapi tetap
nyaman,” ujar Erlina (20), warga Bogor Selatan yang rutin berlari dua kali
seminggu di kawasan ini. Menurutnya, atmosfer kebersamaan justru membuat olahraga
terasa ringan.
Tak
hanya orang dewasa, anak-anak juga ikut meramaikan jalur ini. Beberapa terlihat
bersepeda ditemani orang tuanya. Ada pula yang sekadar berlari kecil sambil
tertawa riang. Aktivitas itu menunjukkan bahwa olahraga pagi di Kebun Raya sudah
menjadi kebiasaan lintas usia, dari anak-anak hingga lansia.
Jalur
Favorit Warga
Kawasan
luar Kebun Raya dipilih warga bukan tanpa alasan. Selain lokasinya strategis di
pusat kota, jalur ini dikenal aman dan rindang. Pepohonan besar yang tumbuh di
sepanjang dinding kebun memberi keteduhan alami. Bahkan ketika matahari sudah
meninggi, bayangan pepohonan tetap membuat jalur ini nyaman untuk berlari.
Banyak
komunitas olahraga memanfaatkan jalur ini sebagai tempat berkumpul. Mereka
biasanya memulai dengan pemanasan ringan, lalu berlari bersama dalam kelompok
kecil. Setelah selesai, obrolan berlanjut sambil minum di pinggir jalan.
Aktivitas itu menjadikan olahraga bukan hanya rutinitas fisik, tetapi juga
sarana mempererat silaturahmi.
“Kalau
olahraga bareng komunitas, semangatnya beda. Kadang kalau sendiri suka malas,
tapi kalau rame-rame jadi lebih konsisten,” kata Rani (27), salah satu anggota
komunitas lari pagi. Menurutnya, jalur luar Kebun Raya cocok untuk berbagai
aktivitas karena cukup lapang dan kondusif.
Selain
komunitas, banyak juga keluarga yang menjadikan jalur ini sebagai arena
olahraga bersama. Seorang ayah terlihat mendorong stroller dengan bayi di
dalamnya, sementara sang ibu berlari kecil di sampingnya. Anak-anak yang lebih
besar dibiarkan bersepeda di jalur yang sama. Pemandangan itu menunjukkan bahwa
olahraga di Kebun Raya bersifat inklusif dan bisa dinikmati semua kalangan.
Tidak
hanya warga lokal, ada pula pengunjung dari luar kota yang ikut meramaikan.
Mereka biasanya datang karena mendengar bahwa jalur luar Kebun Raya adalah
tempat favorit untuk berolahraga di Bogor. Kehadiran mereka menambah warna,
sekaligus memperlihatkan daya tarik kawasan ini sebagai ruang publik yang
hidup.
Tugu
Kujang Jadi Spot Foto
Selepas
berolahraga, banyak warga memiliki kebiasaan yang sama, berhenti di Tugu
Kujang. Monumen ikonik Kota Bogor ini berdiri gagah di simpang Jalan Pajajaran,
tidak jauh dari Kebun Raya. Hampir setiap pagi, terutama di akhir pekan, area
ini ramai dipadati orang yang ingin berfoto.
Sebagian
memilih selfie dengan latar Tugu Kujang, sementara yang lain bergantian
mengambil gambar bersama keluarga atau komunitas. Tidak sedikit pula yang
mengunggah hasil fotonya ke media sosial, menjadikan momen olahraga sebagai
bagian dari gaya hidup digital.
“Kalau
lari pagi di sini tapi nggak foto di Tugu Kujang, rasanya kayak kurang
lengkap,” ujar Erlina, sambil tersenyum. Bagi banyak orang, foto di depan
Tugu Kujang bukan hanya dokumentasi, tapi juga semacam tanda pencapaian setelah
mengelilingi jalur Kebun Raya.
Fenomena
ini menjadikan Tugu Kujang lebih dari sekadar monumen. Ia menjadi titik
pertemuan, simbol kebanggaan, sekaligus destinasi kecil yang selalu dikunjungi
setelah olahraga. Dari remaja, keluarga, hingga komunitas olahraga, semua
menjadikan Tugu Kujang sebagai bagian dari rutinitas mereka.
Bagi
warga, olahraga di Kebun Raya dan foto di Tugu Kujang adalah paket lengkap.
Kegiatan sederhana itu tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga
membangun interaksi sosial dan memperkuat identitas kota. Tugu Kujang seakan
menjadi saksi bagaimana warga Bogor menikmati ruang publik dengan caranya
sendiri.
