![]() |
| (Sumber: Radar Bogor) |
Ditulis Oleh: Puji Khoirunnisa
Bogor – Hujan
deras dengan intensitas tinggi menyebabkan bencana tanah longsor dan banjir di
Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Rabu malam
(17/9/2025). Kejadian ini berdampak pada rumah warga dan fasilitas umum di
beberapa kampung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Bogor melaporkan tiga kampung terdampak, yakni Kampung Cigoong,
Kampung Ciateul Leutik, dan Kampung Tambakan. Sejumlah rumah mengalami
kerusakan sedang, sementara lainnya dalam kondisi terancam.
Penanganan darurat dilakukan sejak Kamis
(18/9/2025) pagi dengan melibatkan tim gabungan dan warga setempat. Material
longsor yang menutup akses jalan serta mengenai rumah langsung dibersihkan agar
aktivitas warga dapat kembali berjalan.
Dampak di
Tiga Kampung
Kampung Cigoong menjadi salah satu wilayah dengan
dampak cukup serius. Dua rumah mengalami kerusakan sedang akibat tertimpa
material longsor, sementara satu rumah lain posisinya rawan karena berada di
tepi longsoran. Kondisi ini membuat penghuni harus lebih waspada ketika hujan
turun kembali.
Di Kampung Ciateul Leutik, banjir lintasan sempat
melanda satu rumah. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan parah, air yang masuk
ke dalam rumah mengganggu aktivitas harian warga. Perabotan rumah tangga sempat
basah terkena genangan air.
Sementara itu, di Kampung Tambakan, ancaman longsor
cukup nyata. Retakan tanah dengan lebar sekitar empat meter dan tinggi dua
meter muncul di sekitar pemukiman. Satu rumah yang berada dekat retakan kini
dalam kondisi rawan dan bisa terdampak sewaktu-waktu.
Secara keseluruhan, warga di ketiga kampung
tersebut masih bertahan di rumah masing-masing. Namun, sebagian keluarga
memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang dianggap lebih aman dari
ancaman longsor maupun banjir
Upaya
Penanganan dan Kewaspadaan
Sejak kejadian, BPBD bersama aparat desa dan
relawan melakukan pembersihan material longsor. Gotong royong warga menjadi
langkah utama agar akses jalan bisa segera kembali digunakan. Rumah-rumah
terdampak juga mulai diperbaiki seadanya untuk mengurangi risiko kerusakan
lanjutan.
Pemerintah daerah menyiapkan pemantauan lanjutan
dengan menurunkan petugas ke lokasi. Kondisi tanah yang labil membuat ancaman
longsor susulan masih tinggi, terutama jika curah hujan tetap meningkat dalam
beberapa hari ke depan.
Sebagian warga diarahkan untuk mengungsi ke tempat
yang lebih aman. Pemerintah desa juga menyiapkan titik kumpul darurat agar
proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat bila terjadi bencana susulan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar tebing dan
bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan. Tanda-tanda pergerakan tanah,
seperti retakan jalan atau dinding rumah, harus segera dilaporkan agar dapat ditangani
lebih dini.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem,
kewaspadaan warga menjadi kunci utama. Antisipasi sejak dini diharapkan dapat
meminimalisasi kerugian dan mencegah korban jiwa.
